![]() |
| Ojung - Dok. Mazz Aank |
RAGAM –
Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan memiliki banyak suku, budaya
serta adat istiadat tentu adalah kekayaan yang tak ternilai bila dibandingkan
dengan negara lainnya. Namun sayang di tengah kemajuan zaman dan gempuran
majunya tekhnologi justru beberapa budaya yang menjadi identitas bangsa justru
kurang diperhatikan hingga negara lainnya berani mengakui kebudayaan negeri
kita sebagai budayanya.
Kali ini
saya ingin mengangkat satu budaya lokal yang tentunya juga masih dipelihara dan
berusaha terus dilestarika oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Situbondo.
Adalah Ojhung atau Ojung yang salah satu kebudayaan dari Desa Bugeman,
Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dimana kebudayaan ojhung itu sendiri
telah dianut dan dilakukan oleh para leluhur dan nenek moyang (pembabat) Desa
Bugeman terdahulu. Kebudayaan ini sendiri telah dilakukan secara turun temurun.
Tradisi ini sebelumnya dilaksanakan atas dasar masyarakat Desa Bugeman yang
memiliki hajat atau tujuan untuk meminta hujan kepada sang kuasa dan juga untuk
menghindari bencana atau penolak bala Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten
Situbondo.
Selain
simbol rasa syukur kepada sang maha kuasa, Ojhung juga digunakan oleh masyarakat Desa Bugeman
sebagai pertandingan persahabata sekaligus hiburan desa setempat yang diikuti oleh masyarakat
Desa Bugeman, meliputi anak-anak, para pemuda desa, orang tua dan lain-lain, namun
masyarakat luar daerah juga sangat antusias mengikuti kesenian ini, salah
satunya dari kabupaten Bondowoso.
Tradisi
ojhung sendiri memang telah lama melekat dalam kultur masyarakat situbondo,
khususnya masyarakat Dusun Balangghuan, Desa Bugeman, kecamatan kendit
kabupaten situbondo provinsi jawa timur. Dalam prakteknya Ojhung menggunakan
beberapa alat yang seperti rotan yang telah dipersiapkan khusus oleh panitia
penyelenggara, sedangkan untuk pakaian para pemain ojung diwajibkan hanya
memakai sarung dengan kopyah, dan terdapat pula alat musik yang dimainkan untuk
mengiringi pemain dalam melaksanakan tradisi ojhung tersebut, seperti gamelan,
gendang, dan gong. Aturan dalam aksi kesenian ojhung ini tiap pemain memiliki
jatah memukul dan menangkis masing-masing tiga kali.
Mengutip dari laman resmi Pemkab Situbondo, tradisi
ojung dilakukan masyarakat Desa Bugeman disertai dengan melaksanakan selamatan
sebelumnya. sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut
dilakukan satu hari sebelum Ojhung tersebut dilaksanakan. Setelah selamatan
dilaksanakan pagi kesokan harinya dilaksanakan upacara adat dan penyambutan
kegiatan Ojhung tersebut.
Pada saat
pertunjukan Ojhung biasanya ditampilkan pula hiburan lainnya guna menarik
perhatian warga seperti live musik, sembari bercengkrama bersama antar
masyarakat desa. Melalui tradisi Ojung, dapat kita peroleh wujud dari
kebersamaan dan kekeluargaan serta rasa syukur atas apa yang telah mereka
masyarakat peroleh. Semoga tradisi ini tetap lestari dan terus dipelihara
sebagai warisan anak cucu di masa depan. Salam Budaya... (Hendra)

Komentar
Posting Komentar