Setelah
sukses menjadi juara 2 Dangdut Academy 2 Indosiar dan menjadi juara Dangdut
Academy Asia Indosiar session 1 di tahun 2015 lalu, nama Danang Pradana
Dieva atau yang akrab disapa Danang, semakin berkibar di dunia
musik dangdut tanah air. Danang
pun sukses mewarnai musik dangdut Indonesia dengan merilis single “Bunga
Surgawi” dan “Bidadari Jiwa”. Sebagai juara Dangdut Academy Asia Indosiar session
1, lagu “Bidadari Jiwa” bahkan dirilis serentak di 4 negara asia yaitu
Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Pencapaian Danang ini
membuktikan bahwa penyanyi dangdut Indonesia kini dapat berkibar dan membawa
musik dangdut ke kancah Internasional.
Kini
di tahun 2017, Danang kembali hadir dengan single terbarunya yang berjudul “Satu
Selamanya”. Sebuah lagu karya cipta dari Ilham, seorang songwriter
muda berbakat, yang menceritakan tentang bagaimana seorang pria yang sedang
kasmaran dan jatuh cinta pada seorang wanita. Dan sang pria berusaha
membuktikan kebenaran cintanya dan berusaha meyakinkan bahwa wanita tersebut
adalah pilihan terbaik dan terakhirnya, satu untuk selamanya. “Jadi Lagu ini
diciptakan oleh Ilham, salah satu pencipta lagu yang sebenarnya banyak
menciptakan lagu-lagu pop. Ini adalah pertama kalinya, Ilham berkecimpung di
dunia dangdut dan memang disaat kami bertemu, Ilham melihat bahwa karakter
Danang adalah bukan dangdut klasik tapi dangdut kontemporer.
Hingga
akhirnya keduanya sepakat untuk membuat lagu ini menjadi suatu suguhan
yang berbeda diantara lagu-lagu dangdut lainnya. “Karena aksen-aksennya
dangdutnya, tapi secara tone sebenarnya pop. Makanya bisa dibilang bahwa
lagu ini genrenya Pop-Dut artinya lebih ke dangdut kontemporer”, jelas Danang
tentang lagu terbarunya ini. Dalam
menjalani proses rekaman lagu ini pun, Danang tidak membutuhkan waktu yang lama
karena pengerjaannya hanya menghabiskan waktu 1 hari saja. “Alhamdulillah..
bersyukur sekali aku dibantu tim yang hebat dalam pengerjaan lagu ini. Mereka
sangat profesional dan detail, jadi mereka tahu banget selera Danang dan mereka
menyesuaikan juga dengan selera pasar. Bersyukur banget juga diberi kelancaran selama
rekaman, hambatannya cuma ada beberapa kali revisi sih, tapi cuma pada
isian-isian musik kayak instrumen apa yang enak dimasukin di lagu ini biar
tetep ear catchy dan terdengar easy listening”, ucap Danang.
Danang
juga menceritakan bahwa proses syuting video klip lagu ini harus di jalaninya
diatas tebing yang tinggi. Mengambil lokasi di Garden Stone, Padalarang
– Jawa Barat, Danang harus menjalani syuting dibawah teriknya matahari.
“Syutingnya itu kan di outdoor di Garden Stone-Padalarang. Kita
dan semua tim harus naik tebing yang tinggi, bawa wardrobe, make-up
sampai lighting. Harus panas-panasan karena syutingnya siang hari.
Bener-bener proses yang melelahkan tapi seru. Pas aku syuting, ada insiden
kecil dimana tanganku kena batu disitu. Karena kan batu disana batu alam dan
tajam-tajam gitu. Jadi ada kejadian tangan Danang sampai robek, tapi disyukuri
artinya Danang harus lebih hati-hati lagi. Padahal syutingnya menuntut harus
ceria dan banyak bergerak walau medannya seperti itu”, tutur Danang.
Di
lagu terbarunya ini, Danang ingin menunjukkan hal yang berbeda dari
lagu-lagunya sebelumnya. Danang menginginkan agar musik dangdut dapat dinikmati
oleh semua golongan masyarakat. Bahkan bisa dinikmati hingga ke mancanegara.
“Yang ingin Danang tunjukkan di single terbaru ini adalah bahwa Danang berbeda,
Danang punya karakter dan Danang punya hal baru dari lagu-lagu dangdut
sebelumnya. Disini Danang benar-benar ingin menggabungkan antara musik dangdut
dengan musik mancanegara, digabung dengan selera musik orang-orang di era ini,
yang lebih suka musik urban atau EDM. Tapi tetap kita kemas dengan elegan, yang
artinya tidak murahan. Dengan segmen yang berbeda, dengan kelas yang berbeda
untuk menunjukkan bahwa musik dangdut itu sekarang sudah naik kelas. Disaat musik
sudah berkembang dan teknologi sudah maju, nah kita manfaatkan teknologi
tersebut untuk membuat musik dangdut yang sesuai dengan karakter muda masa
kini. Kita ingin kenalkan bahwa musik dangdut itu asik kok. Mungkin dengan ini,
mereka mempunyai habit baru atau membuat kebiasaan baru dalam mendengarkan
musik yaitu mendengarkan dangdut. Jadi tidak hanya lagu pop, tidak hanya lagu
barat atau lagu jazz aja”, ujar Danang tentang harapannya.
“Yang
pasti disini Danang bener-bener menunjukkan bahwa dangdut yang Danang tawarkan
saat ini adalah musik dangdutnya anak muda, dangdut yang modern dan kekinian.
Harapannya tentu saja lagu ini bisa diterima semua kalangan, karier Danang
semakin bagus, Danang dapat menjadi representative dari dangdut kontemporer
atau modern, Danang bisa menjadi contoh bagi penyanyi-penyanyi diluar sana
bahwa dengan perjuangan, tekad dan usaha yang kita punya, kita bisa merubah
paradigma masyarakat bahwa dangdut sudah naik kelas dan sudah berubah dari
dangdut yang dahulu”, tutup Danang. (3DEnt/HendraHardiy)
Komentar
Posting Komentar