Begitu
muncul, band asal Bandung, Jawa Barat ini memang langsung mencuri perhatian.
Konsep yang mereka tawarkan memang cukup unik.Coba dengerin aja single pertama
mereka yang berjudul Suka Pacar Orang.
Saat itu, Abra (vokal), Mende (gitar), Faisal (bass) dan Mang
Lousie (drummer) mencoba memadukan musik melayu dengan nuansa timur tengah.
Bukan soal
aransemen aja yang membuat mereka unik Abra,
sang vokalis juga selalu bernyanyi sambil memainkan biolanya. Itulah yang
membuat dirinya berbeda dengan vokalis-vokalis band lainnya. Kali ini mereka
kembali lagi dengan single kedua yang berjudul Love Dead Kamu. Bukan Fatik
namanya jika tidak menyuguhkan sesuatu nyeleneh.
Yups, dalam single kedua ini, Fatik lebih mengedepankan unsur dangdut. "single pertama kita coba gabungkan dengan musik timur tengah. Kalau single kedua ini agak lebih ke warna dangdut nya. Itu dia uniknya," jelas Mang Louise.
Yups, dalam single kedua ini, Fatik lebih mengedepankan unsur dangdut. "single pertama kita coba gabungkan dengan musik timur tengah. Kalau single kedua ini agak lebih ke warna dangdut nya. Itu dia uniknya," jelas Mang Louise.
Musik Fatik memang kental dengan unsur
melayunya. Benang merah itu memang tetap mereka pertahankan. Namun dari pondasi
tersebut, Fatik tak pernah berhenti
berinovasi. Seperti pada single kedua kali ini, seorang adittional vokal
perempuan mereka perkenalkan untuk mendampingi Abra bernyanyi. "Di single ini kita pakai adittional vocal
perempuan, Dan harus dapat warna dangdutnya. Penyesuaian aja yang agak sedikit
kesulitan," tutur Mang Louise.
Seperti kata
Mang Louise, Abra memang sempat kesulitan saat menyanyikan single ini. Bernyanyi
dengan konsep duet memang tak mudah. Walaupun porsinya kecil. Apalagi di single
ini, Abra dituntut untuk membuat
nuansa dangdut menjadi kental terasa. "Buat teknik vocal memang Abra agak kesulitan. Karena dia coba
sedikit eksplore buat nuansa dangdut nya agar lebih dapet. Tanpa harus
menghilangkan warna vocal nya Fatik
sendiri," ujar Mang Louise.
Sebenarnya lagu ini sudah tercipta cukup lama. Karena itu, Fatik tak lagi merasa kesulitan dalam proses produksinya. Temanya pun masih seputar asmara. Namun asmara yang sedikit mempunyai unsur munafik.
"Hubungan yang dijalani penuh dengan konflik. Tapi sebenernya mereka saling membutuhkan dan tidak bisa lepas satu sama lain," ucap Mang Louise. (HendraHardiy)
Sebenarnya lagu ini sudah tercipta cukup lama. Karena itu, Fatik tak lagi merasa kesulitan dalam proses produksinya. Temanya pun masih seputar asmara. Namun asmara yang sedikit mempunyai unsur munafik.
"Hubungan yang dijalani penuh dengan konflik. Tapi sebenernya mereka saling membutuhkan dan tidak bisa lepas satu sama lain," ucap Mang Louise. (HendraHardiy)

Komentar
Posting Komentar